Monday, October 02, 2006

Perpuluhan II

Pekan lalu, gw nyari dapet HP seharga 10 juta tapi gagal. Belum rezeki gw dan gw seneng aja karena gw udah mencoba. Dan hebatnya, walo gw cuma berdoa dalam hati dengan nyeleneh, "Tuhan aku mau banget HP itu, 10 jutaan lho Tuhan! Aku bisa ikut games itu kalo MC memilih aku!" Dan tanpa gw duga, MC yang gokil itu memilih gw. Seumur-umur ini kali pertama dalam hidup gw untuk berani PD ikutan games.

Sehari setelah itu, gw mendapat telepon dari Tita teman gw di Yogya. Kebetulan senin pekan lalu, dia minta tolong gw untuk interview Ibu Dhalia, Managing Director BCA Pusat. Telponnya, dia minta tanggapan gw tentang honor yang akan dia bayarkan ke gw. Dia bilang, "Lima Ratus Ribu cukup ga?"
Dan karena nggak nyambung sama maksud 500 ribu (karena ada kerjaan lain juga sama Tita), gw sempet bilang, "Gimana kalo 1 juta?" Gokil ya gw? Tapi akhirnya, gw tanya, "Lima Ratus Ribu buat kerjaan yang mana yaa?" Trus dia jawab, "Yang interview kemarin!!!" Langsung aja gw jawab, "Ok. Maaf aku kira buat kerjaan yang 1 lagi!"
Wah ... seru juga, 1 kali interview + foto dapet 500 ribu! Sering-sering begini, asyik juga ... Pas lagi nggak ada uang, ketiban berkat.
Kemarin baru aja gagal dapat rezeki HP senilai 10 jutaan, besoknya dapet 500 ribu buat kerjaan yang nggak seberapa capeknya!

Susah ya ngomongnya. Banyak misteri Tuhan yang kita nggak pernah bisa pikirin pake otak. Nggak kebayang aja, kalo gw juga nggak dapet uang 500 ribu itu ... Intinya, uang itu amat membantu gw ...

Ikhlas gagal mendapat HP bisa aja, jadi upah dari Tuhan untuk gw; walo jumlahnya cuma 5% dari yang gw harapkan. Berkat tak terduga atas perpuluhan yang gw bayarin juga bisa jadi. Yang pasti, dari perpuluhan yang gw bayarkan dan jumlahnya nggak seberapa itu ...; Tuhan sudah memberikan 45 kali lebih dari jumlah yang gw persembahkan, tanpa gw duga sebelumnya.

Gw nggak mo peduli apa kata orang, membayar perpuluhan itu wajib apa nggak. Yang pasti, gw akan ikuti kata hati dan apa yang diharuskan aja! Selama itu baik untuk gw, akan gw jalani. Gw membayarkan perpuluhan itu pun bukan gaya-gayaan kok, bukan juga berharap Tuhan akan mengembalikan berlipat ganda. Tapi, perpuluhan adalah realisme rohani gw. Itu aja!

0 Comments:

Post a Comment

<< Home