Monday, October 02, 2006

Ketika Tuhan Nggak Pilih Dirly

Dari sekian banyak orang yang mendoakan Dirly masuk 2 besar; gw adalah salah satunya. Dan itu juga janji gw sama Dirly, "Aku akan bantu doain kamu masuk 2 besar, maaf aku nggak bisa sms. Gpp yaa ..." Dan Dirly menjawab, "Terima kasih Mbak ...."

Dan gw amat bahagia saat tiket ke grand final jatuh pada Dirly. Puji syukur pada Bapa di Surga karena telah mengabulkan doaku.

Banyak hal yang Dirly lakukan untuk memperbaiki performanya. Kritikan dijadikan cambuk dan progres selalu ditujukkan tiap minggunya. Malam ini, banyak orang kecewa dan banyak juga yang mencibir atas kekalahan Dirly. Tapi dia tetap berjiwa besar dan pasrah, bahwa "keputusan indonesia" adalah keputusan terbaik untuk dirinya.

Di dalam kesedihan, Tuhan tetap memberi kelegaan pada Dirly sehingga ia bisa menerima kekalahan dengan legowo dan Tuhan tetap memberi karunia yang cukup berupa bea siswa untuk menyelesaikan pendidikan sampai jenjang S1 hadiah dari MNC. Syukur banget, MNC memberi kesempatan putera daerah yang kurang mampu untuk tetap bisa jadi sarjana.
Ketika Tuhan nggak memilih Dirly untuk menjadi juara, gw yakin bahwa Tuhan nggak akan meninggalkan dan membiarkan Dirly. Saat Tuhan berkata tidak pun, pasti masih ada rencana baik Tuhan untuk Dirly ...

Dunia belum berenti buat Dirly, justru awal karier sebagai penyanyi profesional. Manfaatkan "jalan tol" untuk mengubah hidup keluargamu ya my dearly! Dan, semoga Dirly tetap my dearly yang baikhati dan nggak bermegah diri ...!

Percaya deh, satu saat kamu pasti jadi orang hebat! Kamu pasti bisa bikin album solo ... Semoga berkat Tuhan bersama kamu yaa Dik!

0 Comments:

Post a Comment

<< Home