Monday, October 02, 2006

It's Difficult to Forgive

Kalo ngomongin soal luka batin, gw adalah orang yang paling merasa teraniaya di dunia ini. Bukan apa-apa, efek luka batin itu bisa kebawa sampe mati. Kalo dibilang gw orang yang traumatik, ya traumatik juga. Tapi, gw selalu diingetin sama Bruder Sylvester buat selalu MENGAMPUNI ORANG YANG MENYAKITI HATI GW. Dan, mau nggak mau gw juga harus menyadari bahwa kalo sampe hari ini gw masih idup, masih bisa nulis blog ini; bukan karena gw hebat tapi karena Tuhan sayang banget sama gw, karena Tuhan selalu mengampuni kesalahan yang gw buat; sekali, dua kali, tiga kali sampe seterusnya ...

Awalnya emang susah banget. Busyet deh, sakit hati banget eh ... gw kudu maafin? Semua orang pasti pernah ngerasain sakit hati. Hampir semua orang bahkan! Tapi mungkin nggak semua orang pernah merasakan begituuu sakit, sampai bisa mengerti apa maksudnya kiasan kata-kata ‘dunia serasa hancur berkeping-keping’ atau 'hati perih sembilu’ atau kalimat lainnya yang initinya sama.

Dulu, gw anggap kata-kata itu berlebihan, tapi saat gw ngalamin sendiri, ternyata rasanya nggak cuma seperti itu, bahkan lebih! Bayangkan perasaan yang begitu kosong, hampa, sedih, sakitttt, kecewa, marah, semua numplek jadi satu.

Gw nggak bisa tau lagi perasaan mana yang lebih dominan. Nggak cuma hati yang ngerasain sakit tapi semua indra merasuk ke dalam jiwa dan raga. Kalo berpikir dan mengingat hal atau orang yang menyakiti gw; jantung langsung berdegup keras, terasa ada sesuatu yang menusuk nyeri, napas terasa sesak, setiap sel tubuh merasakan kepedihan. Gw merasa berada di titik nol, nggak berdaya, hampa, ngerasain rasa sakit yang amat sangat sampe nangis pun nggak ngebantu.

Malam terasa panjang, tiap detik berlalu begitu menyakitkan. Saat itu rasa bahagia terlupakan, saat itu gw nggak sanggup mengasihi orang yang menyakiti gw, saat itu gw cuma bisa bilang, "Tuhan kok jahat banget ya sama gw?" sampe akhirnya gw kehabisan kata-kata; cuma pedih dan sakit yang terasa. Dan terakhir gw cuma bisa nangis dan ketiduran karena capek nangis!

Dan lagi-lagi, seorang Bruder Sylvester nggak pernah berhenti untuk mengingatkan gw, anaknya yang bandel ini. "Lady, ampuni orang yang menyakitimu. Ampuni dia, dan kamu akan merasa lega!"

Gimana ya caranya mengampuni orang yang menyakiti hati gw dan membuat hati gw pedih di atas segala kepedihan?

"Gw mau mati. Hidup gw nggak ada gunanya!" kata-kata itu gw tulis di secarik kertas, sambil menangis dalam diam.

Lalu, gw berkata lagi, "Tuhan, bisa nggak sih saya bahagia seperti mereka? Seperti teman-teman saya yang lain?" Lalu, gw membayangkan Tuhan memandang gw dan tersenyum, lalu bilang, "Tentu Lady, kamu akan bahagia!"

Dan untuk kesekian kalinya, Bruder Sylvester kembali mengingatkan, "Ampuni orang yang menyakitimu, Lady! Ingat doa Bapa Kami yang selalu kau ucapkan dan kau hapal di luar kepala, karena sekarang kau diuji untuk melakukannya!"

”Ampuni kami seperti kami mengampuni yang bersalah kepada kami.” Sebagai manusia biasa, ternyata mengampuni rasanya begitu sulit bahkan seakan nggak mungkin. Memaafkan orang yang menyakiti kita? Mungkin kalau dalam waktu yang lama akan lebih mudah ..., mungkin bila tahun-tahun telah berlalu semuanya akan hilang begitu saja, time heal the wound.

Mulai saat ini, gw selalu berusaha mengampuni setiap kesalahan orang lain pada diri gw. Gw cukup berdoa, meminta pertolongan Tuhan untuk dapat melakukannya. Gw mohon agar Tuhan kasih gw kekuatan dan memiliki jiwa yang besar untuk memaafkan dengan tulus. Gw lakukan demi kemuliaanNYA, demi komitmen saya kepada Tuhan, dan yang gw dapatkan setelah mengampuni adalah KEKUATAN BESAR dan PERASAAN LEGA.

Setelah gw mengampuni, biasanya gw merasa luar biasa ..., perasaan gw nggak sakit seperti dulu bahkan lega. Rasa cinta dan kasih udah menguasai diri gw dan mengubahkan rasa benci dan dendam yang ada.

Kalau saat ini atau kelak, gw ngalamin hal yang begitu menyakitkan, dikhianati dan disakiti, gw akan selalu ingat bahwa di dunia ini ga ada yang abadi, rasa sakit itu tidak abadi juga. Tuhan menciptakan bermacam-macam perasaan, ini bagian dari ‘pelajaran hidup’.

MAAF dan KASIH adalah OBAT. Kemarahan, prasangka dan dendam cuma bakal meracuni hati gw aja ..., nggak penting! Toh kita punya Tuhan yang ngertiin kita, yang sayang sama gw, yang selalu maafin kesalahan gw dan mengasihi gw. Jadi, kalo ada orang yang menyakiti gw, udah sepantasnya gw juga maafin dan mengasihi orang tersebut, bukan duka lara menyimpan dendam dan kemarahan; karena dengan mengampuni gw diberi kekuatan terbesar.

Hari ini, gw mengajarkan seorang teman gw untuk bisa mengampuni mantan suaminya dan mengampuni dirinya sendiri. Teman gw ini trauma dengan masa lalunya dengan suaminya sehingga dia nggak bisa mengampuni suaminya bahkan dirinya sendiri. Sebagai teman, gw prihatin dengan apa yang dialaminya, tapi kan nggak asyik juga punya teman yang parno dan merasa nggak berarti karena pikirannya sendiri yang dia ciptakan cuma karena trauma sama masa lalunya.

Gw tau memang pasti sulit buat dia, tapi mengampuni adalah ide terbaik karena hanya dengan mengampuni dia akan merasa bebas dari trauma masa lalunya yang begitu menyakitkan.

"Andai 1 saat lu bisa mengampuni mantan suami lu dan diri lu sendiri, gw adalah orang pertama yang akan mengucapkan selamat karena lu udah jadi orang hebat! Tapi, kalau lu masih belum bisa memaafkan semuanya, sebagai teman yang baik, gw akan selalu membantu mendorong dan berdoa supaya lu bisa mengampuni masa lalu lu yang amat menyakitkan itu. "

Semoga dengan mengampuni orang yang menyakiti hati kita, Tuhan memenuhi kehidupan kita dengan kebahagiaan dan berkat Tuhan beserta kita selalu.

Terima kasih tak terhingga pada Bruder Sylvester yang selalu nggak bosen mengingatkan aku untuk belajar mengampuni dan maaf bisa selalu memberi kedamaian tersendiri dalam hati aku. Terima kasih atas kebersamaannya, untuk kecerewetannya, untuk sms-sms-nya yang dan untuk sebuah perjalanan panjang mengenal dan mencari Tuhan. GBU Bruder Sylvester-ku tersayang yang selalu ada di hati ... :)

0 Comments:

Post a Comment

<< Home