Monday, October 02, 2006

Ganti Doa Baru, Kalo Doa Kemarin Ga Dikabulin

Malam ini gw nggak bisa bobo. Padahal gw udah minum mertigo, resep dari Tante Rita. Cuma ya itu, nggak berasa ngantuk ...

Sambil leyeh-leyeh di tempat tidur, gw nonton O Channel, Acara Satu Juta Maaf. Kalo nggak salah, lagi ngebahas soal keikhlasan. Di sana ada bahasan tentang kalo kita berdoa dan udah sekian lama doanya nggak terkabul, apa yang harus kita lalukan? Ganti doa? Pasrah? Atau apa?
Ustadnya menjelaskan panjang lebar soal hambatan doa. Konon katanya kelakuan kita sehari-hari pun bisa jadi penghalang, Tuhan mengabulkan doa kita.

Menengok ke belakang, gw pernah mengalami masalah yang sama. Dulu, gw yang teraniaya sama mantan cowok gw yang pecandu narkoba; selalu berdoa, "Tuhan, bila Anton memang untukku, dekatkanlah dia denganku. Jika tidak, jauhkanlah. Dan, jadikanlah ia lebih baik dan nggak pakai narkoba lagi." Itu doa gw setiap hari.

Makin kuat gw berdoa, makin dekatlah gw dengan Anton walo keadaannya dia nggak makin baik; dari user, jadi kurir trus nabrak orang sampai meninggal dan gw dipaksa polisi untuk menebusnya 15 juta!

Saat itu, gw merasa nggak sanggup kalau harus bersama dia lebih lama. Dan gw menelepon Bruder gw. Gw ceritain semuanya. Tanggapan Bruder gw, "Mungkin kau salah isi doanya!"
Sejak itu, gw mulai berdoa dengan kalimat yang berbeda. "Tuhan, aku orang bodoh. Tunjukkanlah padaku, apakah Anton memang jodohku? Perlihatkanlah padaku 1 kejadian dan saat aku melihat kejadian itu, aku yang bodoh ini langsung paham jawaban doaku; bahwa ia jodohku atau bukan, dan dari kejadian itu pula aku bisa menentukan sikap tanpa aku harus bertanya pada siapa pun."

Nggak lama dari gw merubah isi doa, Tuhan justru memberi jawaban. Ada 1 kejadian, saat Anton ngaku kalau dia udah nggak pakai shabu tapi mulai pakai putaw dan dia juga ngaku kalo udah mulai ngedarin narkoba; tanpa bertanya pada siapa pun, usai gw mengantarkan dia pulang, gw tutup pintu dan gw berdoa, "Tuhan terima kasih, Anton memang bukan untukku. Dia nggak menjadi lebih baik bahkan lebih gila dari sebelumnya. Terima kasih atas jawaban doa yang Engkau berikan."

Setelah itu tugas dan doa gw pun berubah lagi, gw nggak lagi berdoa mohon petunjuk, tapi gw berdoa lain; "Tuhan, sekarang siapkan hatiku untuk kehilangan dia, juga hati Anton biar dia mau menerima kenyataan bahwa aku nggak mau lagi sama dia. Aku nggak mau pindah kos, aku nggak mau melakukan apa-apa dan aku nggak mau dia mengancam aku dengan cara apa pun. Aku yakin, Tuhan pasti bantuin aku."

Sejak itu, Anton nggak pernah dateng. Tuhan mengatur ini semua. Sampai 1 hari, setelah 3 bulan nggak ketemu, pas ketemu lagi kita sama-sama dalam keadaan yang damai dan pikiran jernih.

Dari kejadian ini dan tanggapan Pak Ustad di acara Satu Juta Maaf tadi, gw cuma mo bilang, kalo doa nggak dikabulin, doa lagi aja dengan isi doa yang berbeda tapi tujuannya sama. Nggak semua orang dapat karunia jawaban doa melalui mimpi, nggak semua orang paham akan jawaban Tuhan, nggak semua orang peka sama kehendak Tuhan.

Mungkin dengan berdoa yang mengungkapkan semua kekurangan kita, Tuhan pun akan memberikan jawaban seperti yang gw alami ... 1 kejadian yang gampang gw pikirkan dengan nalar gw, sesuai dengan kapasitas otak dan daya pikir gw saat itu.

2 Comments:

Blogger Sahrudin said...

berdoa juga mesti pake EYD kali. jangan bahasa gaul.

4:25 AM  
Blogger sunaryo adhiatmoko said...

Allah itu berdasarkan prasangka hamba-Nya.

11:01 AM  

Post a Comment

<< Home