Monday, October 02, 2006

Aku Memaafkanmu

Orang yang kita cintai dan mencintai diri kita adalah orang yang paling sering melukai diri kita dan kita lukai. Saling memaafkan adalah cara efektif memelihara cinta.

Nani temanku pernah bilang, "Kalau kita berani memaafkan seseorang, trus 1 saat dia mengulangi kesalahan yang sama, kita harus tetap memaafkannya."

Wah ... jadi musti berapa kali memaafkan ya? Bukankah biasanya orang akan memaafkan sampe 3 kali? Lebih dari 3 kali berbuat salah, "langsung tiada maaf bagimu ...!"

Tapi kalo dipikir-pikir, apa yang Nani bilang itu benar juga! Karena, kemampuan untuk mencintai nggak bisa dipisahkan sama kemampuan untuk memaafkan. Cinta sebagai "tindakan keputusan", memaafkan juga merupakan keputusan yang secara sadar dan bebas, harus terus-menerus dibuat supaya relasi terus bertumbuh. Jadi, berani mencintai ya harus berani mengampuni!

Relasi sesama manusia dibangun oleh 2 pribadi yang sama-sama nggak sempurna; sama-sama punya kelemahan dan kekurangan.

Saat kita memutuskan buat memaafkan seseorang, nggak otomatis juga kita bebas dari emosi negatif yang timbul. Buat bener-bener bisa memaafkan, kita butuh waktu, energi, kesabaran dan pengorbanan yang nggak sedikit.

Menyalahkan orang lain, membela diri sendiri dan balas dendam adalah jalan pintas yang menyesatkan relasi kita dengan orang yang kita cintai.

Tips memaafkan :
1. Belajar berdamai dengan diri sendiri
- Pandang tiap kesalahan kita sebagai pembelajaran diri untuk bertumbuh dan berubah.
- Ungkapkan masalah kita pada orang yang benar.
- Akui kesalahan kita, katakan dalam hati AKU SUDAH BERBUAT SALAH TAPI AKU MAU
MEMAAFKAN DIRIKU SENDIRI.
- Yakin kalo Tuhan Maha Pengampun dan pasti mengampuni diri kita.
2. Berani memaafkan orang lain
- Jangan mau jadi korban dendam diri kita sendiri.
- Bertanggungjawab pada diri sendiri; saat kita terluka, kita nggak bisa menuntut orang lain buat
menyembuhkan luka batin kita, jadi kita bertanggungjawab pada diri kita sendiri buat ilangin
rasa sakit hati kita. Jangan dendam dan terjebak dalam pusaran, MATA GANTI MATA. Syerem.
- Pandang sisi lain dari orang yang mau kita beri maaf. Ingat, saat orang lain berbuat baik pada
diri kita, ia nggak sebaik yang kita duga; demikian halnya saat orang berbuat jahat pada diri
kita, ia nggak seburuk yang kita pikirkan!
- Percaya kekuatan doa. Ingat selalu bahwa doa bisa mengubah dunia!
- Perlu waktu dan kesabaran. Ingat kalo perasaan manusia bukan computer yang begitu ditekan
DELETE langsung hilang semua. Jadi kita butuh waktu dan sabar. Tindakan sabar dan memaaf-
kan memang nggak ada batasnya.
3. Berani minta maaf
- Ego kita cenderung untuk membela diri dan mempertahankan "harga diri" makanya tindakan
minta maaf sering diidentikkan sama dengan merendahkan diri sendiri/mengakui kelemahan
diri. Tapi, minta maaf penting juga lho supaya luka hati orang lain yang kita sakiti juga cepat
tersembuhkan. Jadi, kita yang melukai, kita juga yang menyembuhkan.
- Ungkapkan maaf kita secara verbal. Banyak orang yang susah banget minta maaf. Kebanyakan
orang cuma menyesali perbuatannya dalam hati. Tapi, rasanya akan lebih dahsyat kalo kita
berani bilang, "MAAFKAN SAYA," dijamin, kata-kata itu punya daya luar bisa untuk menyembuh-
kan luka hati pada orang lain yang kita sakiti, selain itu kata maaf yang kita ucapin itu juga
bisa jadi embun penyejuk yang adem banget ... :)
- Jangan minta maaf dengan syarat, misalnya, "OK DEH, SAYA MEMAAFKANMU TAPI ..." Soale,
saat kita menyakiti seseorang, yang ia butuhkan ya permohonan maaf dari kita bukan nasihat
atau pendapat dari kita.
- Jangan nunggu diminta. Biasanya kita minta maaf sama orang yang kita sakiti, kalau orang
tersebut udah minta kita minta maaf. Soalnya, kalau kita minta maaf setelah diminta, nggak
tertutup kemungkinan kita sendiri yang justru jadi terluka.
- Mulailah minta maaf dari masalah kecil.

Yuk, mulai sekarang belajar untuk memaafkan orang lain. Dengan begitu, bekas luka batin dalam diri kita akan tertutup dan emosi kita pun akan terkendali. Memaafkan orang lain, berarti juga memaafkan diri sendiri.

Menjalin relasi dengan sesama bukan sekedar mencari kesenangan melainkan sekolah gratis tentang kehidupan, di mana kita belajar dan bertumbuh bersama.

Tersenyum dan damailah buat kita yang udah bisa setulus hati berkata, "Aku memaafkanmu!"

0 Comments:

Post a Comment

<< Home