Monday, June 05, 2006

Passion of Love

Kebanyakan orang menganggap cinta itu = perasaan atau emosi. Orang yang sedang jatuh cinta dan orang yang kehilangan cinta adalah orang yang irama hidupnya semau gue.

Kita tahu bahwa perasaan sangat mirip dengan yoyo. Turun naik, tergantung pada hal-hal yang berubah-ubah seperti tekanan udara, cerah matahari, pencernaan, bulan muda, tanggal tua, dll. Perasaan senantiasa berubah-ubah. Jadi, kalau kita menyamakan cinta dengan perasaan, maka cinta kita cenderung akan berubah-ubah terus.

Dan kalau kita menyamakan cinta dengan perasaan, selama hidup kita akan mencari-cari terus perasaan dulu itu, seperti yang diabadikan dalam lagu-lagu cinta sentimentil.

Jadi celaka kalau kita menggap cinta = perasaan; karena perasaan selalu berubah-ubah tak menentu. Tapi celaka juga kalau keinginan mencintai kita nggak ditunjang dengan perasaan yang hangat penuh kasih sayang.

Di pihak lain, jelas bahwa perasaan ada hubungannya dengan cinta. Perasaan cinta yang biasa dialami oleh kita dalam bentuk perasaan yang sangat kuat (intens/passion) atau biasa disebut dengan cinta emosional.

Cinta emosional ini adalah cinta yang misterius, datang tanpa diundang dan pergi tanpa pamit. Kita nggak bisa memastikannya.

Selain intens, cinta emosional juga sangat egois karena biasanya kita cenderung mencintai seseorang sejauh orang tersebut menyenangkan kita, sejauh gambaran dirinya seperti yang kita idam-idamkan dan sejauh perilakunya seperti yang kita harapkan. Kalau tidak, maka cinta kita padanya akan luntur. Selain itu, cinta emosional nggak berpijak pada fakta. Dan kalau kita udah tau banyak aspek tentang diri orang yang kita cintai, kita akan merasa nggak tertantang lagi dan akhirnya bosan. Rutinitas juga merupakan musuh cinta emosional.

Cinta emosional ini belum lengkap. Pelengkapnya adalah cinta rasional. Tapi, dari kedua cinta ini nggak ada yang lebih baik. Keduanya harus saling melengkapi.

Cinta rasional nggak didominasi oleh passion tapi oleh akal/ratio. Cinta ini terwujud dalam tindakan yang disadari sepenuhnya bukan karena perasaan semata.

Cinta rasional memiliki 4 unsur; PERHATIAN pada kehidupan, perkembangan pribadi dan kesejahteraan psikis orang yang kita cintai. TANGGUNG JAWAB atas kesejahteraan dan kebahagiaannya. Tapi bukan dalam arti kesejahteraan dan kebahagiaan orang yang kita cintai berada di tangan kita. Contoh gampangnya, makan berdua nggak semurah makan sendiri atau mengambil keputusan 2 orang nggak semudah mengambil keputusan sendiri. Lalu, biar rasa tanggungjawab ini nggak mendominasi, maka kita juga harus punya rasa hormat. RASA HORMAT ini bukan berarti kita harus menyembah dia. Tapi kita harus bisa menerima dia apa adanya dengan segala kelebihan dan kekurangannya. Jangan pernah kita berpikir untuk mengubah kepribadiannya sesuai dengan keinginan kita. PENGETAHUAN yang artinya kita harus paham benar akan kepribadiannya, latar belakang yang membentuknya maupun kecendrungannya.

0 Comments:

Post a Comment

<< Home