Sunday, June 04, 2006

Dunia Maya itu Bernama Internet

Gw mengenal dunia maya alias internet, itu karena tuntutan kerjaan gw. Tahun 2000 lalu, kantor gw (Cek & Ricek) bekerjasama dengan Astaga!Com dan LippoStar.com untuk chatting bersama selebriti.

Boss gw, Pak Eko Yuswanto meminta gw untuk menghandle kerjasama ini; mulai dari arrange waktu chatting artis-artis itu, buat materi promonya, up load materi promo untuk dikirim ke klien, download email dari klien, sampe mendampingi artis chatting di tempat yang ditentukan.

Awalnya, bingung juga karena gw nggak bisa internet. Kayaknya kok susah banget ya?? Tapi setelah belajar, ternyata nggak sesulit yang gw bayangkan.

Dari mulai belajar buat email, gw belajar chatting sampe sekarang gw tiap hari menggunakan internet sebagai salah satu alat komunikasi gw dengan para klien, baik by email maupun chatting.

Chatting, ngobrol antar pengguna internet udah biasa gw lakukan. Gw setuju dengan ungkapan kartunis Peter Steiner bahwa, "Di Internet tak seorang pun tahu kamu adalah seekor anjing". Emang banyak orang gila yang selalu menyembunyikan status dirinya di internet. Mungkin karena ini dunia maya kali yaa?

Tapi, gw sih berpedoman pada perkataan Bapak Wimar Witoelar, "Saat Anda berhubungan dengan orang via internet, beri data Anda yang benar. Pasti Anda pun akan dapat teman yang benar."

Jadi, selama chatting, gw yang memberikan data gw apa adanya aja ... Masalah mereka mau iseng, itu urusan mereka. Tapi, jujur gw bilang bahwa gw pernah 2 kali dapet pacar dari chatting. Bukan sekedar cowok iseng, tapi beneran pacaran dan sampe jangka waktu yang lama.

Ibrahim yang gw kenal via iklan di www.iklanbaris.com dan gw pacaran 2 tahun. Aldi yang gw kenal lewat chatting di mirc gw masih menjalin hubungan sama dia yang udah berumur 3 tahun lebih.

Selain itu, gw juga dapet sahabat yang baik; Reza namanya lewat chatting di YM. Jadi, gw yakin bahwa apa yang diomongin Pak Wimar itu benar adanya.

Hanya saja, banyak orang yang chatting tapi malah ngelantur. Dari ngobrol baik-baik eh, tiba-tiba ngajak cyber sex. Gw sih nggak akan pernah tuh ngelayanin orang gila yang ngesex di internet. Amit-amit ....

Kadang orang nggak nyadar apa, yang namanya cyber sex itu bisa bikin orang addict? Orang yang addict cyber sex, kehidupan jadi nggak teratur. Pecandu cyber sex akan kehilangan kebebasan memilih, karena mereka nggak lagi bebas untuk memilih untuk aktif secara seksual atau tidak. Kelompok ini sering memilih bermasturbasi ria dengan komputernya dibandingkan melakukan hubungan seksual yang sebenarnya dengan pasangan nyata dan lebih parah lagi, terdapat kecenderungan yang besar bagi para pecandu cyber sex untuk merealisasikan seks maya ke dunia nyata. Bisa-bisa tergolong dalam perilaku seks menyimpang. seperti, homoseksual (hubungan seksual dengan sesama jenis), sado-masochism (kepuasan seksual didapatkan dengan menyiksa atau di siksa pasangannya), exhibisionisme (kepuasan seksual didapatkan dengan memamerkan alat kelamin) serta pedofilia (hubungan seksual dengan anak di bawah umur). Ujung-ujungnya jadi orang SAKIT JIWA deh ... !!!

Dan, gw sih cuma bisa bilang bahwa SEMUA TERGANTUNG PADA DIRI KITA SENDIRI. Semua hal yang baik biasa jadi baik, semua hal yang baik bisa jadi buruk, dan semua hal yang buruk pun bisa jadi baik tergantung gimana kita menilainya.

Andai para netter berpikir positif pada dunia maya, semua bisa jadi nyata kok! Dan, semua manfaat juga bisa didapat dari sini. Semua kembali pada diri kita.

0 Comments:

Post a Comment

<< Home