Friday, March 31, 2006

Kalo Gw Mau Hidup Melajang, Emang Kenapa?

Banyak orang yang selalu menyudutkan orang yang memilih hidup melajang atau masih lajang sampai umur sekian. Kenapa?

Apa hidup lu berjalan seperti yang lu mau? Gw pernah bertanya pada diri gw sendiri, KENAPA GW MASIH MELAJANG. Pernah ga lu bertanya-tanya kapan atau akanlah lu menikah? Gw nggak bisa ngebayangin betapa banyak orang lajang yang bertanya pada dirinya sendiri. Saat lu kepikiran ttg kelajangan lu, lu harus ingat bahwa LU NGGAK SENDIRI.

Perceraian, ditinggalin meninggal suami atau emang belum menikah; atau apa pun alasannnya membuat jumlah lajang terus meningkat.

Bagaimana cara lu menyikapi kenyataan bahwa lu termasuk dalam daftar orang yang masih lajang?

Menurut gw sih, hidup melajang bukanlah suatu penyakit atau dosa. Ada alasan-alasan yang sangat baik, bahkan dalam agama Islam disebutkan menikah adalah sunnah bukan wajib, sementara di agama Kristen; alkitab tidak mendefinisikan "karunia hidup melajang".

Tapi memang tidak dapat disangkal, masyarakat timur khususnya, masih memiliki persepsi yang negatif terhadap orang yang tidak menikah dan memilih hidup lajang bahkan sampai menutup usia.Walaupun tidak tertulis, tuntutan untuk membina hidup rumah tangga dan memiliki keturunan seakan-akan sudah menjadi norma umum, yang suka atau tidak suka, harus diterima!Tuntutan-tuntutan masyarakat inilah yang seringkali membuat orang-orang yang hidup lajang mengalami tekanan-tekanan mental/emosional. Gw sih cuma pengin orang yang baca tulisan ini kemudian bisa mengubah cara pandangnya yang mungkin sebelumnya negatif terhadap mereka yang memilih untuk tetap melajang seumur hidupnya.Melajang seringkali dipandang masayarakat sebagai hal yang tidak biasa, kurang beruntung, tidak alami dan bahkan tidak diinginkan. Namun juga tidak sedikit orang yang menilai bahwa pandangan itu sekarang telah berubah. Hidup melajang "bukan lagi merupakan cacat sosial".

Pada kenyataannya, orang-orang yang masih lajang menikmati penerimaan sosial yang jauh lebih besar daripada sebelumnya. Pernyataan hidup melajang telah dijunjung sejajar dengan pernyataan pernikahan, menjadikan status pernikahan murni sebagai masalah pilihan pribadi.Walaupun alasan kesejajaran ini menggembirakan, namun seringkali, kita menduga, bahwa pergumulan orang-orang yang masih lajang adalah hal-hal seputar kesepian, kemarahan, rasa bersalah, hubungan nterpersonal, kepercayaan diri, seks di luar pernikahan dan homoseksual/lesbian.Orang-orang lajang, seperti yang telah kita perhatikan, seringkali merasa canggung di pergaulan. Kebanyakan dari mereka ternyata juga merasa tidak diinginkan, merasa dibiarkan, atau kadang-kadang menjadi obyek dari praduga dan tekanan-tekanan yang tidak terlalu kentara. Ingat, tidak selamanya benar bahwa sebagian orang dewasa yang masih lajang mengalami kesepian, kalut dengan urusan mencari pasangan hidup, beresiko buruk, mempunyai kecanggungan sosial, takut untuk menjalin keakraban atau tanggung jawab, tidak dewasa secara rohani, mudah marah, atau mengasihi diri sendiri. Setiap orang lajang, sama seperti orang yang telah menikah, adalah seorang pribadi yang istimewa dan unik, baik dengan segala kekuatan pribadi dan kebutuhannya. Beberapa orang lajang mempunyai banyak permasalahan karena kelajangan mereka namun sebagian yang lain tidak.

Dengan begitu, gw sama aja sama lu atau kalian yang udah pada menikah. Ga ada bedanya! Gw tetap bersukacita, penuh semangat, damai dan bahagia.

6 Comments:

Blogger Imam Prabowo said...

Iya bener tuh.. Gua aja mau melajang seumur hidup :)

5:11 PM  
Blogger Bena Johanna said...

Tapi sayang,pandangan sosial bahkan menilai memiliki anggota keluarga yang melajang adalah aib :(

10:16 PM  
Blogger Bena Johanna said...

This comment has been removed by the author.

10:17 PM  
Blogger Andi Dewi Sartika said...

Saya pun juga lebih memilih menjadi lajang seumur hidup. Asalkan hidup mandiri dan tdk menyusahkan orang lain, kenapa mesti malu jadi lajang..

1:22 AM  
Blogger oni said...

iya benar bgt,saya saja masi muda tapi selama ini saya melajang saya happy menjalaninya,bahkan saya juga ingin melajang seumur hidup,tapi nanti pasti orang tua saya akan menentang pilihan tersebut:(

11:40 PM  
Blogger Andrea Karuniawan said...

Kagak Peduli apa Komentar Orang
Emang Orang Lain Itu Penentu Kebahagiaan Kita, ngga Selamanya Orang jadi Penentu Kebahagiaan kita
Kalo ditanya Kapan nikah
Jawaban Aku: Sampai Indonesia Maju Baru Nikah

1:52 AM  

Post a Comment

<< Home